
Rumahetnikpapua.com — Selain Papeda, hidangan khas Papua lainnya adalah sinole. Ya, sinole merupakan makanan berbahan dasar sagu yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Papua yang menggugah selera.
Olahan sagu dan parutan kelapa ini memiliki cita rasa yang unik dan istimewa. Jika Anda sedang di Papua, harus banget menikmati Sinole di Rumah Etnik Papua karena harganya hanya dibanderol 35 ribu rupiah.
Kehadiran sinole menambah variasi menarik dalam khazanah kuliner berbasis sagu khas Papua. Apalagi jika dinikmati bersama secangkir teh sambil menikmati rumah-rumah suku Papua.
Papua kaya akan berbagai jenis tanaman sagu. Sagu yang digunakan untuk membuat sinole berasal dari Boven Digoel. Dalam bahasa Muyu, salah satu suku di Boven Digoel, sagu jenis ini disebut “om”.
Sajian ini menghadirkan rasa unik manis dan gurih dari kelapa, dengan tekstur lembut dari tepung sagu yang masih terasa.
Sinole memiliki tekstur bulir-bulir kasar dan berwarna cokelat muda. Perpaduan rasa hambar, gurih, dan manis pada sinole membuatnya cocok disantap di berbagai suasana.
Sinole dapat dinikmati sebagai makanan pokok sehari-hari atau hidangan pendamping saat minum teh di pagi atau sore hari.
Menariknya, sinole tidak hanya populer di Fakfak, Papua, tetapi juga di Raja Ampat, bahkan Maluku, dan Sulawesi.
Sumber: indonesiakaya.com
Gambar: Istimewa